HUT Bhayangkara: HMI MPO, Stop Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Mahasiswa

0
8

Mataram–Dimomen Hut Bhayangkara yang Ke 74, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Mataram mengajak kepolisian untuk kembali bermitra dan bukan saling bentrokan dengan aktivis Mahasiswa.

” Selama Hut Bhayangkara yang ke 74. Dalam momentum HUT bayangkara, semoga kepolisian selalu menegakan hukum dengan baik dan memberikan contoh hal-hal yang baik,”ujar Ketua Cabang Mataram, Muhammad Arif saat dikonfirmasi. Jumat (3/6/2020).

Menurut Arif beberapa tahun terakhir ini kepolisian telah kehilang fungsinya sebagai pelindung masyarakat dan cenderung melakukan tindakan represif terhadap aktivis yang melakukan demonstran.

“Ini menimbulkan mosi ketidak percayaan kepada pihak kepolisian sebagai pihak yang mengayomi, mengatur dan mejaga keselamatan rakyat. Fungsi dan tugas yang paling prima dari kepolisian (mengayomi dan menjaga keselamatan rakyat) telah terjadi devaluasi dari fungsi kepolisian tersebut,”katanya.

Kejadian-kejadian represif yang dilakukan oleh kepolisian menyebabkan citra kepolisian sebagai pengayom menurun. Hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu dilindungi oleh konstitusi, yakni dalam Pasal 28E UUD 1945.

“Mengenai mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum diatur dalam UU No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Oleh karena itu, melihat dari fungsi sebagai penegak hukum dari pihak kepolisian, mestinya mendukung dan mengawal demonstrasi itu, sebab membantu kepolisian untuk menegak hukum sesuai standarisasi yang berlaku,”ujarnya.

Memang dalam pelaksanaannya, penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi) dapat menimbulkan kericuhan dan diperlukan adanya pengamanan. Untuk itu, pemerintah memberikan amanat kepada Polri dalam Pasal 13 ayat (3) UU 9/1998 yakni dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum.

“Polri bertanggung jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun dengan cara-cara represif untuk mengamankan itu tidak sesuai dengan moral konstitusi,”bebernya.

Di momentum hari Bhayangkara ke-74 HMI MPO Cabang Mataram meminta kepada pihak kepolisian untuk kembali bermitra, yakni kita sama-sama bahu membahu untuk menuntaskan kejahatan dan menghentikan pemerintahan yang bertindak sewenang-wenang tanpa memikirkan dampak kehidupan masyrakat.

“Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak lagi melakukan tindakan represif kepada para aktivis ketika menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab kami bukan musuh, kami bukan teroris, kami bukan kelompok yang melakukan makar terhadap negara. Namun kami hanya menyampaikan aspirasi berdasarkan kajian akademis yang tidak sesuai dengan realitas,”tuturnya

“Sekali lagi kami ucapkan selamat hari byangkara ke 74 tahun semoga kedepanya menjadi tauladan untuk rakyat dan melindungi, mengayomi masyarakat lebih-lebih aktivis bukan melakukakn tindakan represif.Kantibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif,”pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here