DEEP Kota Depok Apresiasi Organisasi Masyarakat Sipil Peduli Pada Pilkada

0
569

KabarLagi.Com, Peran aktif organisasi masyarakat (ormas) sipil seperti organisiasi kepemudaan, Lembaga Pemantau Pemilu, mahasiswa dan pelajar yang peduli terhadap pilkada adalah harapan untuk mensukseskan Pilkada tanpa ekses.

Koordinator Democracy And Elektoral Empowerment Patnership (DEEP) Kota Depok, Fajri Syahiddinillah mengatakan pada prinsipnya salah satu indikator suksesnya pelaksanaan pilkada adalah tingginya tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan Pilkada.

Meningkatkan partisipasi aktif dalam pilkada bukan hanya sebatas masyarakat memilih pemimpin saat hari pemungutan suara akan tetapi jauh dari itu yakni ketika masyarakat aktif dalam setiap tahapan Pilkada dan juga masyarakat berani untuk mengkritisi dan melaporkan pelanggaran di setiap tahapan pilkada.

“Maka dari itu harapannya dengan munculnya kesadaran organisasi masyarakatan sipil dan kepemudaan dalam meningkatkan partsipasi aktif masyarakat dapat mensukseskan Pilkada,” katanya melalu reles resminya. Kamis (3/9/2020)

Fajri Syahiddinillah juga mendorong penyelenggara untuk menangkap peluang tersebut agar bermitra strategis dengan organisasi kemasyarakatan sipil dan kepemudaan. Sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat disetiap tahapan Pilkada.

Berdasarkan survey jejak pendapat yang dilakukan oleh DEEP Kota Depok terkait pendidikan pemilih yakni masyarakat mengetahui informasi mengenai pendidikan politik dengan hasil tingkat pertama masyarakat mengatahui informasi tentang Pendidikan politik dari Organisasi masyarakat.

” Ini membuktikan bahwa peran organisasi kemasyarakatan dalam mensukseskan PILKADA menjadi salah satu jawaban sebagai strategi meningkatkan partisipasi aktif. Maka dari harapannya penyelenggara pemilu dengan pro aktif bermitra dengan organisasi masyarakat mengenai pendidikan pemilih,” ujarnya.

Fajri Syahiddinilah Koor DEEP Kota Depok, berharap dengan hadirnya organiasasi kemasyarakatan sipil dan kepemudaan adalah seperti katalisator mendukung kebijakan KPU dan Bawaslu apabila itu benar namun juga mengkritisi atau mengawasi KPU dan Bawaslu dalam melaksanakan tugasnya.

“Dan juga dengan hadirnya organisasi masyarakat dan kepemudaan mengingatkan KPU ataupun Bawaslu untuk bekerja secara Netral, profesional, jujur, dan adil dalam menyelenggarakan pemilu. Untuk mewujudkan pemilu yang damai dan berintegritas,” pungkasnya.