KabarlagiBima – Aksi demonstrasi di Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook @Arif Abdullah viral di media sosial. Dalam video tersebut, suasana aksi yang awalnya tertib berubah menjadi kericuhan setelah Kades Poja dan salah satu peserta aksi hampir terlibat bentrok. Selasa (21/1/2025)
Aksi demonstrasi digelar oleh sekelompok massa untuk menyampaikan tuntutan kepada Kepala Desa Poja terkait isu tertentu yang hingga saat ini belum diungkap secara rinci. Awalnya, suasana berjalan kondusif, dan Kades Poja terlihat berusaha memberikan penjelasan kepada para pendemo menggunakan mikrofon.
Namun, suasana berubah memanas ketika salah seorang massa aksi, yang diduga tidak puas dengan jawaban Kades Poja, secara tiba-tiba merampas mikrofon dari tangan kepala desa. Belum jelas apakah orang tersebut merupakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau hanya bagian dari massa aksi.
Aksi perampasan mikrofon tersebut membuat Kades Poja bereaksi dan mencoba merebut kembali mikrofon yang sudah dipegang oleh peserta aksi. Insiden ini memicu ketegangan hingga nyaris terjadi baku hantam di antara keduanya.
Kericuhan semakin memanas dengan teriakan massa yang mulai tidak terkendali. Beruntung, warga setempat dan aparat keamanan yang hadir segera turun tangan untuk melerai keduanya sebelum situasi semakin memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa maupun aparat terkait insiden tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian publik di media sosial, dengan berbagai komentar dari netizen yang menyoroti insiden tersebut.
