KabarLagi.Com — Jakarta, 12 September 2025 – Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta melakukan pendampingan skrinning Diabetes Melitus ke kader mawar 14 di Posyandu Mawar 14 Sukatani, Tapos Depok. Sebagai langkah dalam deteksi Diabetes pada 12 september 2025. Acara ini merupakan hibah pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2025 yang didanai oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui direktorat Pengabdian masyarakat dan Inovasi social.
Pelatihan kesehatan mengusung tema “Diabetes bisa di cegah, Mulai gaya hidup sehat sekarang” dengan menghadirkan narasumber ibu Ns. Dwi Agustina S. Kep, M. Kep, Sp. Kep. MB selaku dosen IKTJ. Sebelum dimulainya pelatihan dalam paparannya beliau menjelaskan mengenai Diabetes, Klasifikasi, Faktor risiko, Jenis Diabetes, Pola makan, Penyebab Diabetes, Tanda dan gejala, hingga melakukan cara sederhana untuk bisa mencegah secara dini. “Menurut penelitian, Diabetes Melitus paling sering menyerang perempuan karena faktor Stress. Kita bisa mengelola diabetes dengan cara ‘CERDIK’ yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola stress” Ujar narasumber pada saat penyuluhan
Salah satu selaku kader juga menyampaikan kesan dengan adanya kegiatan hari ini. “Alhamdulillah, kegiatan seperti ini bermanfaat banget buat kami pribadi atupun para kader posyandu agar kami menerapkan ke masyarakat sesuai dengan ilmunya sehingga wawasan kami sebagai kader jadi lebih luas ”. Ujar ibu Retno selaku kader
Dilakukan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para Kader posyandu Mawar 14 agar dapat meningkatkan pengetahuan serta mampu menerapkan dan dapat meningkatkan peran ke masyarakat untuk bisa mengedukasi serta masyarakat dapat aktif terlibat untuk meningkatkan kesehatan dan lingkungan sekitar. Pada kegiatan ini kader tidak hanya dibekali informasi,namun juga dibekali keterampilan untuk melakukan pemeriksaan Gula darah secara mandiri. Kegiatan ini diikuti oleh 15 kader, melalui kegiatan ini diharapkan para kader dapat meningkatkan pengetahuan tentang bahaya Diabetes Melitus.
