Mentan Amran Berangkatkan 207 Truk Bantuan Lewat KRI Banda Aceh

0
160

KabarLagi.Com–Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali mengirim gelombang besar bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bertempat di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (5/12/2025), Mentan secara resmi melepas keberangkatan KRI Banda Aceh 593 yang mengangkut 207 truk logistik dalam misi “Kementan Peduli Bencana”.

Pengiriman ini menambah total bantuan yang telah disalurkan menjadi Rp34,8 miliar, bagian dari komitmen donasi Rp75 miliar yang disalurkan bertahap. Logistik yang dikirim mencakup makanan pokok, kebutuhan bayi, perlengkapan ibadah, hingga genset. Rinciannya meliputi 25 ton beras, 35 ton minyak goreng, 38 ton gula, 1.780 dus susu, 3.115 dus mi instan, 2.480 dus air mineral, serta aneka kebutuhan darurat lain seperti sarden, obat-obatan, pakaian, selimut, dan telur.

“Total yang kita berangkatkan bersama pengiriman sebelumnya sudah mencapai 34,8 miliar. Dan ini bisa bertambah, karena setiap ada bantuan masuk, langsung kita kirim,” ujar Mentan Amran.

KRI Banda Aceh akan menempuh rute Padang – Sibolga – Aceh, memastikan bantuan tiba di titik prioritas sesuai koordinasi BNPB dan pemerintah daerah. Sehari sebelum pelepasan kapal, bantuan serupa telah diterbangkan dengan pesawat Hercules dan diterima BNPB di Aceh.

Amran menegaskan bahwa bantuan yang dikirim adalah kebutuhan paling mendesak di lapangan. Banyak wilayah masih terisolasi dan kekurangan pasokan energi, sehingga logistik pangan siap konsumsi menjadi prioritas.

“Kami cek langsung ke lokasi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah makanan siap saji. Stok beras relatif aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh bantuan merupakan hasil gotong royong mitra strategis, pelaku usaha, dan para pegawai Kementerian Pertanian. Karena itu, pengawalan distribusi dilakukan secara ketat mulai dari titik keberangkatan hingga diterima resmi oleh BNPB.

“Ini amanah dari para mitra dan pegawai Kementan. Jangan sampai ada penyalahgunaan. Kami kawal sampai selesai, mulai naik kapal hingga diterima BNPB dengan berita acara,” tegas Amran.

Selain bantuan donasi, pemerintah juga mengalokasikan 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng dalam skema dukungan reguler untuk memperkuat respons darurat di Sumatra.

Dalam situasi krisis, Amran menegaskan bahwa seluruh permintaan dari daerah wajib dipenuhi secepatnya.

“Wagup Aceh telepon minta minyak goreng dan beras. Dua ribu kilo langsung kita keluarkan. Di Lhokseumawe minta seratus ton, keluarkan dulu, administrasi menyusul. Ini darurat,” katanya.

Pengiriman bantuan diperkuat oleh pengawalan berlapis dari pejabat eselon 1 Kementan, UPT daerah, mitra strategis, serta dukungan penuh TNI AL melalui pengoperasian KRI Banda Aceh 593 dan TNI AU lewat pesawat Hercules. Bulog dan BUMN pangan lainnya juga terlibat mempercepat distribusi.

Dengan sinergi lintas lembaga, Kementerian Pertanian memastikan bantuan untuk warga terdampak bencana di Sumatra tiba tepat sasaran, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber: Kementan