Pemprov NTB Gelar Apel Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

0
129

KabarLagi.Com— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Apel Pasukan Siaga Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Lapangan Bumi Gora, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini melibatkan BPBD NTB, unsur TNI/Polri, instansi vertikal, relawan kemanusiaan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut ambil bagian dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan apel siaga. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan bersama dalam menghadapi risiko bencana yang dapat datang tanpa tanda-tanda pasti.

“NTB merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, sehingga kesiapsiagaan adalah keharusan,” ungkapnya.

Gubernur Iqbal turut menyoroti urgensi memperkuat sistem peringatan dini. Menurutnya, kecepatan dan ketepatan informasi kondisi lapangan sangat menentukan keberhasilan penanganan darurat.

“Kita harus memperbaiki dan meningkatkan sistem peringatan dini agar informasi cepat sampai ke pengambil keputusan,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh petugas dan relawan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan dan simulasi berkala, agar respons di lapangan semakin cepat dan terkoordinasi.

Tak hanya itu, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga vertikal, komunitas, dan sektor swasta dinilai menjadi pilar utama dalam membangun respons bencana yang efektif.

“Semua pihak harus memperkuat komunikasi dan koordinasi agar penanganan bencana dapat berjalan optimal,” katanya.

Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi perhatian utama. Informasi kebencanaan harus disampaikan secara cepat dan akurat melalui media digital sehingga masyarakat dapat mengambil langkah penyelamatan dengan tepat.

Selain itu, Gubernur menegaskan bahwa masyarakat harus berperan aktif sebagai subyek dalam mitigasi bencana. Edukasi, pemberdayaan komunitas lokal, dan kesiapsiagaan keluarga menjadi elemen yang tidak boleh diabaikan.

“Tugas kita memastikan masyarakat mampu melindungi diri melalui pengetahuan dan kesiapan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan logistik serta infrastruktur pendukung untuk menghadapi situasi darurat. Meskipun bencana tidak dapat diprediksi, persiapan yang kuat dinilai mampu mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Apel siaga ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak di NTB untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya menjalankan mitigasi secara terencana, terintegrasi, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat demi keselamatan warga.