KabarLagi.Com–Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Dompu Indonesia (APPSBDI) menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya kuota pengeluaran sapi tahun 2026 oleh Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penetapan kuota tersebut dilakukan melalui rapat bersama seluruh stakeholder peternakan, yang dihadiri dinas peternakan kabupaten/kota se-NTB, pelaku usaha, para peternak, hingga asosiasi terkait.
Dalam rapat tersebut, kuota pengeluaran sapi NTB Tahun 2026 ditetapkan sebagai berikut:
-
Pulau Lombok: 1.000 ekor
-
Kabupaten Sumbawa Barat (KSB): 200 ekor
-
Kabupaten Sumbawa: 17.000 ekor
-
Kabupaten Dompu: 13.500 ekor
-
Kota Bima: 3.750 ekor
-
Kabupaten Bima: 17.500 ekor
Kordinator APPSBDI, Dr. Furkan Sangiang, mengapresiasi langkah Pemprov NTB, namun ia menegaskan perlunya aturan lebih detail terkait distribusi, khususnya kuota yang dikirim ke wilayah Jabodetabek.
“Meski kuota sudah ditetapkan, kami meminta Pemprov NTB memberi ketegasan berapa kuota khusus yang boleh masuk Jabodetabek. Contohnya dari kuota Bima sebanyak 17.500 ekor, harus jelas berapa jatah Jabodetabek untuk Iduladha,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2023 terjadi over supply, yang menyebabkan banyak sapi peternak dilelang dengan harga rendah. Ia menilai pengetatan distribusi akan mencegah kerugian serupa dan menjaga stabilitas harga sapi di tingkat peternak.
Sekretaris APPSBDI, Adi Burhanudin, juga menyampaikan apresiasi terhadap penetapan kuota tersebut. Namun ia menekankan pentingnya menyiapkan aspek teknis pengiriman sejak dini agar permasalahan tahun 2025 tidak terulang.
“Pengiriman tahun lalu terganggu karena masalah armada, pemeriksaan PCR sampel darah, dan koordinasi teknis lainnya. Tahun ini harus dimaksimalkan sejak awal. Kami optimis 2026 akan lebih baik jika seluruh lini, dari hulu sampai hilir, dibenahi,” tegasnya.
APPSBDI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses distribusi dan memastikan para peternak mendapatkan keadilan, baik dalam harga maupun akses pasar. “Kami ingin peternak merasakan manfaat nyata, tidak hanya di hilir, tetapi sejak hulu mereka merawat dan membesarkan sapi,” tutup Adi
