Pengikisan Tebing Sungai di Desa Sangiang dan Ranga Solo Ancam Pemukiman Warga

0
304
Kondisi tebing yang sudah mengikis, terlihat satu pohon bidara yang ikut ambruk
KabarLagi.Com –– Kondisi tebing sungai di Desa Sangiang dan Rangga Solo kini semakin mengkhawatirkan. Jarak antara tebing sungai dan rumah warga hanya tersisa sekitar 5 hingga 10 meter. Situasi ini membuat warga semakin cemas, terutama saat musim penghujan tiba, karena banjir tahunan yang terus mengikis tebing, mendekati pemukiman mereka.

H. Jamaludin, salah satu warga yang tinggal di sekitar tebing, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menyebutkan bahwa talud yang sebelumnya dipasang menggunakan bronjong (gabion) kini hampir ambruk terbawa banjir. “Talud bronjong ini dulu dipasang sekitar dua tahun lalu saat pemerintahan Gubernur Zul-Rahmi. Waktu itu cukup membantu, tapi sekarang kondisinya sudah rusak dan tidak lagi mampu menahan laju air,” ujarnya saat diwawancarai. Jumaat (17/1/2025).

lokasi perbatasan desa sangiang dan rangga solo

Hal serupa juga disampaikan Sadia, atau yang akrab disapa Ina Dia. Ia berharap pemerintah yang baru terpilih segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. “Kami mohon perhatian pemerintah. Rumah kami terancam ambruk kalau tebing sungai ini terus terkikis, warga di bantaran sungai yang khawatir, dan ada beberapa warga sudah kehilangan sawahnya   karena banjir,” kata Sadia.

Selain itu Lukman salah satu warga juga mengaku bahwa banjir tahunan yang melanda wilayah ini tidak hanya menyebabkan pengikisan tebing, tetapi juga merusak lahan pertanian warga. Beberapa sawah yang dulunya produktif kini hilang terbawa arus sungai. Warga menyebutkan, jarak antara tebing sungai dan pemukiman yang dulunya jauh kini hanya tersisa sekitar 4 hingga 5 meter.

Menurutnya, dalam satu kali banjir besar, pengikisan tebing bisa mencapai 4 hingga 5 meter. Kondisi ini tidak hanya membahayakan pemukiman, tetapi juga berpotensi memutus akses jalan antar desa jika tidak segera ditangani.

Warga mendesak pemerintah untuk segera memasang talud baru di sepanjang tebing yang terancam longsor. “Kami butuh talud bronjong yang lebih kokoh untuk mencegah bencana lebih besar. Kami khawatir jika ini dibiarkan, seluruh pemukiman kami bisa hancur,” tambah Lukman.

Masalah ini menjadi ujian besar bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmennya dalam melindungi warganya dari ancaman bencana. Warga berharap langkah konkret segera diambil, mengingat musim hujan yang akan datang diperkirakan membawa curah hujan yang tinggi dan berpotensi memperparah kondisi tebing sungai.