KabarLagi.Com--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Barat pada Selasa, 11 Februari 2025. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang akan terjadi di beberapa daerah.
Wilayah yang diprediksi terdampak antara lain Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, Dompu, dan Sumbawa Barat. Di Lombok Barat, kawasan Sekotong berpotensi mengalami hujan deras. Sementara itu, wilayah seperti Pujut, Praya Barat, Praya Timur, dan Jerowaru di Lombok Tengah dan Lombok Timur juga masuk dalam daftar daerah rawan.
Di Kabupaten Sumbawa, potensi hujan lebat terjadi di Alas, Utan, Batu Lanteh, Moyo Hulu, hingga Lenangguar. Sedangkan di Kabupaten Bima, wilayah Donggo, Madapangga, dan Tambora diprediksi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa jam ke depan.
BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi ini dapat meluas ke wilayah lain, termasuk Gerung, Kediri, Narmada, dan beberapa kecamatan di Lombok Timur dan Sumbawa. Di Kabupaten Dompu, hujan deras berpotensi melanda Kecamatan Dompu, Kempo, dan Hu’u.
Warga di daerah pesisir diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi yang bisa terjadi akibat cuaca buruk. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta untuk berhati-hati, terutama di perairan sekitar Lombok dan Sumbawa yang diprediksi mengalami angin kencang.
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang di wilayah-wilayah yang memiliki kemiringan tinggi atau daerah dengan drainase buruk. BMKG mengimbau warga untuk tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi hujan lebat yang disertai petir.
Pihak berwenang telah menginstruksikan kepada tim tanggap bencana untuk bersiaga menghadapi kemungkinan dampak dari cuaca ekstrem ini. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak terkait.
Peringatan dini ini berlaku hingga beberapa jam ke depan dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi cuaca di lapangan.
