NTP NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Daya Beli Petani Makin Menguat

0
156

KabarLagi.Com–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2025 mencapai 128,37, meningkat 1,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,59 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan tipis 0,01 persen.

NTP merupakan indikator penting yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani di wilayah perdesaan. Angka ini juga menunjukkan perbandingan antara harga produk pertanian yang diterima petani dengan biaya yang mereka keluarkan untuk konsumsi dan produksi.

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan rilis resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB pada Senin, 1 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa perkembangan NTP di NTB dalam beberapa bulan terakhir terus bergerak positif.

“Alhamdulillah, tren NTP dari bulan ke bulan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ujarnya.

Wahyudin merinci bahwa seluruh subsektor pertanian di NTB pada November 2025 mencatatkan NTP di atas angka 100, yaitu:

  • Tanaman Pangan: 125,38

  • Hortikultura: 198,43

  • Tanaman Perkebunan Rakyat: 103,66

  • Peternakan: 113,52

  • Perikanan: 107,41

Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB pada November 2025 juga naik 0,19 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; Perlengkapan dan Pemeliharaan Rumah Tangga; Transportasi; Penyediaan Makanan dan Minuman (Restoran); serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) turut mengalami peningkatan. Pada November 2025, NTUP NTB mencapai 131,96, tumbuh 2,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan semakin kuatnya usaha rumah tangga pertanian di daerah tersebut.